Papua oh Papua. Pemandangannya
memang indah tapi ke mana-mana susah. Yak, salah satu tantangan dalam wisata
kuliner ke Papua kali ini adalah susahnya angkutan di Papua. Bayangkan, di
Papua tidak ada yang namanya TAKSI! Well, di sini ada sih yang namanya taksi,
tapi taksi itu adalah angkot. Which means, kita ga bakalan bisa minta dianterin
ke tempat yang kita mau kecuali kita punya angkutan pribadi.
Harusnya sih ini resto ya bukan
istana. Tapi penulis sih sangat tercengang saat masuk ke dalam. Oke, dari luar
memang bangunan ini sudah cukup mewah, tetapi ternyata dalamnya lebih WAH lagi!
Dihiasi dengan interior ala istana dengan chandelier yang cukup banyak, Cacaote bukan sekedar restoran. Lantai
yang mewah, serta mebel bak kerajaan juga semakin menguatkan eksistensi
restoran ini sebagai sebuah tempat menyantap makanan yang memiliki ciri khas
tersendiri.
Dulu,
roti es krim yang pertama kali penulis coba adalah roti tawar dengan es
tung-tung yang biasanya lewat di depan kompleks rumah. Sederhana, roti tawar
diisi dengan es krim tung-tung yang biasanya memiliki rasa kopyor, orange,
strawberry, coklat, atau lainnya. Kini, mengusung konsep tersebut, Freezing Granny hadir dengan pilihan
yang lebih banyak untuk dikustomisasi sesuai dengan selera masing-masing.
Makan
dessert yang gitu-gitu aja kira-kira bosen nggak? Kebetulan penulis yang
penyuka dessert sih nggak mungkin bosen ya, tapi buat kamu-kamu yang sering
bosen, ada satu dessert unik lagi nih, cocok untuk orang yang ga mau repot dan
merasa dessert yang sudah ada itu monotone. Nah dessert unik ini diberi nama Stereo Desserts! Well, ini sepertinya plesetan dari ‘Stereo’ yang lebih baik dari ‘Mono’ –ini settingan
suara di speaker.









