Itulah tagline dari resto yang dari segi luasnya cukup kecil, tetapi sangat nyaman untuk hangout. Ya, itulah Bits n Bobs. Sebuah resto hits yang terletak di tempat hits yang cukup baru juga yaitu The Foundry! Nah di resto ini, suasananya memang sangat nyaman, didominasi oleh properti yang sarat dengan kayu dan warna coklat dihiasi dengan penerangan yang cukup remang-remang. Kursinya terdiri dari beragam macam warna, yang entah kenapa malah menurut penulis kursinya ini yang justru membuat konsep suasana dengan warna monokrom jadi kurang maksimal. Either way, masih cukup enak untuk dipandang.
Sebelum kembali membahas makanan, CAPRIANIST.BLOGSPOT.COM mengucapkan selamat Idul Fitri bagi yang merayakan! Nah udah kelar bulan puasa, penulis yakin makin bebas dong mau makan? :D
Kali ini penulis mampir ke Wok Inn. Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa ini adalah Chinese Food. Tapi tunggu dulu, ini bukanlah Chinese Food yang biasa kita jumpai, karena di sini ‘Wok’ itu merujuk kepada wajan berbentuk setengah Bola yang biasa digunakan di Cina terutama untuk menggoreng.
Oleh karena itu, Wok Inn di sini juga mengusut masakan yang digoreng, dengan sistem “Create your own”—well, rasanya konsep ini mulai sering dijumpai di Resto-resto saat ini ya? Nah seperti resto “create your own” pada umumnya, ada langkah-langkah untuk menentukan menumu sendiri, awalnya kita akan memilih mau nasi atau mie, kemudian memilih lauknya, baru sausnya. Porsinya sendiri cukup besar loh! Namun jangan kaget dengan harganya, yang menurut penulis cukup mahal. Seorang saja minimal IDR 30.000! Dengan asumsi satu porsi berdua ya.. :D
Untuk suasananya sendiri, Wok Inn tidak terlalu menonjol, cukup rapi dengan tatanan kursi ala warung tetapi masih cukup baik sebagai sebuah resto yang letaknya di Mall.
Nah bagi yang tertarik untuk mencoba, silakan menuju Wok Inn di Epicentrum Mall, Kuningan, Jakarta. Selamat mencoba! :)
Tea Moo! Itulah nama Bubble Tea yang kali ini penulis bahas. Dari
namanya saja sudah terlihat kalau Susu merupakan sebuah komponen yang penting
pada outlet ini. Dan ternyata benar,
dibandingkan pesaingnya, Tea Moo memilih susu sebagai ciri khas-nya. Sekilas,
menunya akan tampak sama dengan outlet
bubble tea lainnya, tetapi dengan susu yang lebih banyak, rasa dari Tea Moo
lebih dekat dengan susu ketimbang tehnya.
Jika kamu memiliki sweet tooth seperti penulis yang tidak dapat menolak
makanan manis tetapi sedang menjalani pola hidup sehat, maka rasanya dessert yang bebas dari gula dan lemak
namun tetap enak agak sulit ditemui. Nah, penulis menemukan outlet yang dapat memenuhi kebutuhan
tersebut, yaitu Kindori!
After a short hiatus, finally I came back again! Masalahnya,
penulis saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai hal yang membutuhkan waktu
untuk diselesaikan. Namun, semangat penulis untuk terus memberikan review makanan tetaplah tinggi. So, here’s the one that makes me couldn’t
careless… OCEANIC!
It’s time for another bubble tea! Penulis yang menyukai Bubble Tea
lagi-lagi menginjakkan kaki di sebuah outlet
di sebuah mall di bilangan Jakarta Utara. Namanya Each a Cup! Dengan lambing yang lucu dan eye catching, rasanya outlet ini
juga cukup mudah untuk menjaring pembeli.
Zzzzz…ZZzzzzz… Begitulah bunyi
lebah yang rasanya saat mendengar bunyi tersebut, pasti kita langsung menghindar
lantaran takut ada sarang lebah di dekat kita. Namun, untuk lebah yang satu
ini, penulis sangat suka!! Penulis sedang berjalan di daerah yang cukup banyak
tempat makan, dan mendapati café yang bernama Beezy Kaffee. Terlihat dari
namanya, ini adalah kafe yang pasti ada lebahnya. Ya, penulis merasa seperti
terperangkap di sarang lebah saat memasuki café ini.
Meski menjalani pola hidup sehat—alias menjaga
makanan—penulis juga kerap memiliki cheating
days secara reguler, biasanya saat weekend
di mana seringkali ada undangan ataupun kumpul-kumpul keluarga. Nah, inilah waktu yang
tepat untuk menjambangi makanan apapun yang menarik minat penulis. Dan pada
saat itu, penulis tertarik melihat tempat kecil lucu mungil yang cukup banyak
pelanggan yang antri, Frites fries! Outlet ini terlihat cukup menarik dengan
dominasi penggunaan kayu untuk setiap ornamen dan furniturnya, ditambah dengan
menu yang ditayangkan pada LED display serta penggambaran menu yang sangat
baik, rasanya wajar kalau setiap orang yang lewat akan mudah tertarik dengan outlet yang satu ini.
Pizza tipis? Pizza tebel? Itu mah
biasa! Kali ini penulis nggak sengaja ketemu satu outlet yang mengusung tema
baru untuk pizza, yaitu pizza cone. Yah sekilas melihat sih penulis kira ini
adalah semacam crepes, tapi dibuat lain saja namanya supaya eye catching. Namun, ternyata pikiran skeptis penulis tersebut tertepis setelah penulis mencoba Pizza Cone ini.
Caprianist is back again with some review! Kali ini penulis akan
membahas mengenai sebuah restoran yang cukup baru dan sangat penulis
rekomendasikan, yaitu: Altitude.
Restoran ini sendiri sebenarnya terdiri atas 3 buah, yaitu Salt Grill, Gaia, dan Enmaru. Konsep restoran ini menurut
penulis cukup fresh, karena
menawarkan konsep “3 in 1”, sehingga dapat menyesuaikan dengan preferensi para
pengunjung. Salt Grill memiliki konsep Australia, Gaia berkonsep Italia,
sementara Enmaru sudah jelas mengusung tema Jepang.
Still about singapore! I went to
Esplanade and was craving to have a lil bit luxury, so I pick this fine-looking
restaurant, SAUCE. It consists of an
indoor area with a long bar and a large alfresco courtyard, and both of them
looks promising. The night breeze called me so I ask the waiter fot the table
in outdoor area.

























